Pada hari pramuka aku memakai seragam sekolah biasa,
tidak lupa aku mencuci muka agar hilang bekas liur tadi malam.
Dengan semangat 45 akupun pergi sekolah dengan sepedaku.
Walaupun sepedaku tidak ada setangnya.
tapi yang penting kan sepedanya bergaya.
yang penting rodanya ada tiga.
Oleh: ketuakelas dan tentu saja harga sepedanya dua setengah juta rupiah.
Dan ini bukan becak.
Di tengah jalan, aku menemui gadis beli cantik. Ku tanya : "siapa namamu?".
"Memet," jawabnya.
"Memed?," Sepertinya mengingatkanku kepada seseorang.
"apakah kamu gadis yang selalu ada dalam mimpiku?
Dengan langkah bahenol, wanita itu memegang pundakku. Dia berkata:
"Mas, anterin saya ke gang depan dong,....situ ojek sepeda kan?".
Suaranya yang seperti laki-laki membuatku terhenyak!
"ah kamu....kamu ternyataaaaa....Celo!!!".
Dengan kepalan tanganku, kupukul wajah Celo yang berdandan menor itu.
PAK!!!!!GUPLAK!!!
"HOIII.....APPAAAAAAAAAA...... gw ADIIIT neh...ADIIIIT....masa lo lupa seh".
ternyata adit sedang menyamar jadi celo.
Akupun terbangun dari mimpi dengan badan penuh keringat.
Aku merasa kegerahan. Aku lalu mandi di sumur belakang.
Suasana kebun masih gelap, belum shubuh.
Di kejauhan, aku melihat sekelebat bayangan putih.
Rambutnya yang panjang kelam sesekali berdansa dengan angin malam.
'Ini manusia atau bukan ya?
Sosok itu menjawab:
'Anak muda, aku ingin menyampaikan sedikit pesan untukmu." jawab dia.
Hatiku berdegup, sesekali lewat satu-dua denyut.
Sedikit gemetar, aku memberanikan bertanya, "Pesan seperti apa?".
Dia berkata "Cucilah seragam pramukamu dengan air bunga melati..." Suaranya serak.
"Kenapa harus melati? Mengapa bukan mawar, edelweis atau bunga bangkai?" kataku mencairkan suasana yang menggaring.
Terlihat tersinggung, sosok berbaju putih itu lalu lenyap dari penglihatan mata.
bau melati pun tertinggal setelah sosok itu menghilang.
Aku berpikir sejenak.
Aku tidak jadi berpikir. Mandi saja... biar segar.
Betapa terkejutnya aku ketika mendapati seragam pramukaku terlipat rapih di dalam ember sumur.
'Oh tidak, aku baru ingat bahwa pagi ini aku harus latihan semaphore!" aku sedikit menggerutu.
Aku tidak bisa membayangkan gerutu Siwi seandainya aku terlambat latihan semaphore lagi.
"Duh, nanti Siwi ansab, lagi!" aku makin cemas.
Tapi aku ingat kalau Siwi cuma bisa ansab for a while. Jadi aku memutuskan untuk cuek aja.
aku pun kembali tertidur. TAMMAT.
UNTAMAT.
Aku bangun dengan keadaan mengenaskan.
Semua pakaianku compang-camping, hampir tak ada benang tersisa menutupi beberapa bagian vital.
"Dimanakah daku?" pikirku.
Lalu mulai kurasakan perih dan sakit di beberapa bagian tubuhku, aku lemas sekali.
Ada manusia berbadan lucu yang wira-wiri di sampingku.
Aku menduga dia itu Funkshit, legenda manusia terlucu dari Negeri Ndoyok.
"Halo saya Pras alias Pangsit," kata manusia itu dengan muka kotor, eh, ramah.
Dia mengambil sesuatu dari tas, dan menawarkannya kepada ku. "Mau PIN?".
Aku tak cukup tertarik. Aku ini pramuka, bukan SPG.
Tetapi kelucuannya membuatku tak dapat menahan diri.
Aku melirik sedikit ke arah PIN yang ia tawarkan. Warnanya lucu, pikirku.
PIN bergambar dua bilah golok melambangkan sebuah keteguhan tekad laki-laki ini, pikirku.
Maka kuraih PIN itu dan hendak kusematkan di bajuku.
Kucobloskan peniti itu di dadaku dan, "ooouuuuuch..." aku mengerang keenakan eh kesakitan.
Darah mengucur deras sederas derasnya membasahi baju dada dan pin jahanam itu.
Sebagai seorang pramuka, aku tak boleh takut darah. Kubersihkan dengan kain lap yang selalu siap sedia di dalam tas ku.
Tak lupa luka kuolesi dengan obat merah agar tampak gagah.
Bagian yang tidak luka juga ku olesi obat merah, buat jaga-jaga saja.
Pras alias Pangsit tersenyum mesra menatap tubuhku yang membara berlumuran obat merah.
Gigi-giginya menyembul dari balik bibir, mengulum senyuman paling ganteng yang pernah kusaksikan sepanjang hidupku.
Ditambah pesona jenggot malu-malunya itu. Ooooooh.
Lag-lagi aku tidak bisa melepaskan pandangan dari matanya. "Mau PIN (lagi)?" Katanya sambil merogoh dalam-dalam saku celananya.
Si perempuan manis pun terpana. Dan memerah mukanya.
Aku bingung. Dari mana wanita ini muncul? Bukankah dari tadi cuma ada aku dan Pangsit?
Ah, rupanya perempuan itu memandang kemesraan diriku dan Funkshit. Dia cemburu. Dia teringat mantan pacarnya yang telah meninggalkan dirinya. Menikahi wanita lain.
Kesedihan akan mantan kekasihnya semakin memuncak setelah dia menerima undangan syukuran kelahiran putra pertama mereka, kemarin.
Anak pertama mereka diberi nama...
HERMAN SANTOSO.. Ini karena bapak ibunya sangat mengidolakan seorang blogger kriminal.
Tapi Herman Santoso tidak suka ikut kegiatan Pramuka. Sehingga dia tidak merayakan hari Pramuka. Menurutnya merayakan hari Pramuka dengan mengirim coklat ke lawan jenis bukanlah budaya Indonesia.
Herman lebih suka merayakan 17an, karena dia bisa menikmati kerupuk sebanyak-banyaknya.
Herman memang sangat terobsesi menjadi Juragan Kerupuk.
Sehingga dia mencoba menelusuri sejarah bagaimana terciptanya kerupuk untuk pertama kalinya.
Ia mencoba bertanya kepada Anton, mahasiswa unipersitas negeri yang mempelajari teknologi pertanian.
Tapi di KHS, nilai Sejarah Kerupuk II sejumlah 6 SKS, Anton hanya memperoleh nilai D++.
Anton pun mengulang MK Sejarah Kerupuk II pada semester pendek.
Karena Sejarah Kerupuk II merupakan mata kuliah prasayarat untuk mengajukan Skripsi.
Anton berencana mengajukan skripsi berjudul "Pengaruh Konsumsi Kerupuk Terhadap Kecerdasan Bloger Kesultanan Ndoyokarto".
Anton mulai menyusun kuesioner untuk dibagikan pada saat Juminten nanti.
Apa mau dikata, proposal skripsi dengan judul itu ditolak mentah-mentah oleh dosen pembimbingnya bernama Prof Asep Sapedania.
Prof Asep ternyata mempunya masa lalu kelabu bersama kerupuk. Cintanya pernah ditolak mentah2 oleh seorang gadis yang suka makan kerupuk.
Gadis itu juga tidak punya sepeda dua setengah juta.
Gadis itu bernama Dinah. Profesor Asep ingat betul bahwa ia pernah mengajak Dinah sepedaan bersama.
Keliling benteng di tengah malam sembari menagkap gerakan-gerakan halus dari rumah bordil.
Sebenrnya Dinah menyambut ajakan asep bersepeda bersama, namun sampe saat ini belum juga terlaksana, entah mengapa.
Mungkin karena Dinah masih canggung harus berdua saja dengan Asep.
Apalagi bersepeda tengah malam. Ke rumah bordil pulak.
Lagian Dinah juga memikirkan nasib penyakit ayan Celo yang sering kambuh belakangan ini.
1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, dan akhirnya 10 abad, kopdar sepeda Prof Asep dengan Dinah tak pernah terwujud.
Padahal, prof Asep telah bersumpah bahwa dia tidak akan pernah menerima proposal skripsi dari Anton sebelum berhasil bersepeda bersama dinah.
Sumpah itu dikenal sebagai 'Sumpah Amukti Sekeripsi'.
Jadilah Anton murka karena tidak dapat bersripsi-ria.
Ia lalu mengajak Aliya mabukmabukan.
Karena merasa senasib skripsi tak kunjung kelar.
Tike yang merasa senasib, ikut bergabung bersama mereka.
Herannya lagi, Funkshit juga ikut mabuk-mabukan, secara dia masih semester III. Katanya "Buat latihan bro, kali aja ntar gue juga nunggak skripsinya", ujarnya sambil menenggak air accu.
Arnot yang kebetulan di depan mereka terperanjat "Astagfirullah!".
"Funkshit, kamu harus kerja ! ", hardiknya tiba2. Funkshit pun tersadar dan dia serta merta meninggalkan gerombolan pemabuk skripsi itu.
Tapi Arnot malah mengajak Funkshit ke Taman Eden.
Tak jauh beda, Arnot juga mengajak Funkshit mabuk dengan minuman Tomi.
Siapakah Tomi? selidik Funkshit dengan mendelik curiga.
"Tomi adalah Topi Miring," Arnot malas2an menjelaskan.
"Kalau Tomo, Topi Monyong" Seloroh Arnot dengan gaya khas yang CCCriuk sekali.
Arnot dan Funkshit minum satu seloki demi satu seloki.
Saat mereka baru menghabiskan 2 gelas, Di ujung sana gerombolan aliya , anton dan tike sudah menghabiskan 4 galon minuman keras.
Aliya, Anton dan Tike sangat mabuk.
Sampai-mereka tidak tahu kok tiba-tiba ada disana.
Aliya, Anton dan Tike sudah berganti baju. Kini ketiganya memakai baju pramuka.
Lalu datanglah sosok mirip pembina Pramuka. Wajahnya mengingatkan mereka akan Dorman, preman berhati emas.
Bila Aliya Anton dan Tike baru penggalang, pembina-mirip-Dorman ini sudah bertingkat Pandega.
"Lapor, Tike dari penggalang mawar siap mengikuti latihan pramuka hari ini" , serta merta tika melapor dengan penuh semangat.
"Padahal Dorma itu belum lulus siaga lho,.." bisik Tike ke Anton.
Tapi karena pintar merayu, pembina-mirip-Dorman-tapi-bukan-Dorman itu cepat naik tingkat.
Gosipnya sih ada hubungannya dengan pramuka ternama dari tanah Suarabahaya.
Entah bagaimana awal gosipnya, tetapi kabar bisik-bisik itu kabarnya juga tersebar pada saat penyebar kabar sedang mabuk.
Pendengar gosip bisik-bisik itupun juga mendengar dalam kondisi teler.
"Mohon Perhatian, Latihan pramuka akan segera dimulai. Hari ini kita akan berlatih tali temali !!, Ujar Dorman lantang memecahkan suasana.
Tike kemudian dengan sigap melepaskan tali kutang bututnya.
Anton kebingungan, dia tak punya tali kutang. Lalu Anton memutuskan untuk....
Merebut tali kutang yang dipegang oleh tike. Dia menunggu saat yang tepat untuk melakukan niat jahatnya.
Dorman kasihan melihat Tike yang menangis karena tali kutangnya direbut Anton.
"Sunguuh laknat Anton itu" begitu pikir Dorman.
dan Dormanpun merencanakan sesuatu yang keji untuk Anton.
Tanpa diketahui oleh dorman, tike pun menyusun rencana balas dendam kepada anton.
Anton yang diincar oleh dua orang masih sibuk bermain dengan tali kutang, dia tidak menyadari bahaya mengancam.
Sebaliknya, Anton justru sibuk mempraktekkan simpul-simpul aneh yang dipelajarinya sewaktu Pramuka.
Simpul dan tali temali yang dipraktekkan Anton ternyata cukup unik. Di sana, tercipta sebuah benda dua dimensi berbentuk pentagram.
tapi ternyata pentagram itu hanya ada dalam angan Anton belaka.
Secepat kilat, Dorman mendekap anton dengan kuat dari belakang. Sedangkan Tike merebut simpul buatan anton, dan mencoba mencekik leher anton dengan simpul tersebut.
Anton terkapar, cuma satu bagian tubuhnya yang menunjukkan kalau dia masih bernyawa, yaitu...
pusarnya ...
yang menyala-nyala dan mengeluarkan bunyi...
Tike kebingungan. Apakah sekarang lagi syuting Naruto?
"Oh ternyata bukan, ini syuting Ultraman!" Teriak Tike girang ketika melihat sebiji Monster sedang menghancurkan bangunan kota!
Monster tersebut mengenakan topi rajutan dari bilah bambu. Di dadanya terselip sempritan untuk memberikan morse.
Senjata untuk menghancurkan kota merupakan sepasang bendera semaphore...
Tapi bagaimana mungkin. Sang moster kan blom pernah mengikuti sesi semaphore di acara Be A Man.
Kerancuan ini timbul karena sebenarnya monster itu adalah seorang manusia yang sedang menyamar, yaitu...
Mahasiswa Yang Hobi Meeting dan Maen Golf.
Dia Bukan Dorman, bukan dulkempit, bukan celia dan bukan pepeng, melainkan . .
Lae! Seorang mahasiswa dengan hoby meeting dan bermain golf, kabarnya juga mahasiswa ini masih semester 2!
Semasa Sekolahnya dulu, Ia pandai membuat simpul tali. Maka dari itu dia marah melihat ada pramuka yang menyakiti pramuka lainnya menggunakan simpul.
tapi dia hanya bisa tersenyum simpul melihatnya.
OMG!Simpul bibirnya tak bisa dilepas!
Kali ini simpul yang digunakan adalah kupu-kupu bertaring.
"GAWATT!!! wanita idaman lewat..haruskah aku tersenyum dengan gaya kupu-kupu bertaring kepadanya?" pikirnya.
Kupu-kupu bertaring adalah salah satu jenis simpul yang langka, hanya dikuasai oleh beberapa orang saja. Simpul ini hanya boleh dibikin oleh gadis perawan atau perjaka ting-ting.
Tetapi wanita itu tidak perduli.
Lae pun merasa kecewa, sakit hati, dan merana karena tidak dipedulikan sang idaman.
"Sedih-sedih tidaklah ada gunanya" begitu pikir Lae. Maka Laepun bersiasat untuk mendekati sang idaman.
Dia membeli setumpuk buku karya Kahlil Gibran untuk memperkaya kosakata gombal untuk sang idaman.
Sayangnya buku Kahlil Gibran bahasa Indonesia habis. Yang tersisi hanyalah edisi bahasa Swahili.
Itulah resikonya jika membeli buku di daerah sekitar Somalia. Harusnya dia pergi ke Jakarta dulu, baru membeli buku di sana.
Lae ingat dia punya teman Mandarin bernama Gundul Lee, mungkin saja ia mau meminjamkan buku Kahlil Gibran edisi Kanton. Dulu Lae pernah belajar bahasa Kanton di Australia.
Tetapi Gundul Lee sedang berpesiar ke Solo. Apakah mungkin Lae masuk ke kamar Gundul diam-diam?
Seharusnya kamar itu dikunci, karena di dalamnya ada HP dan kamera.
Datanglah Lae ke kos Gundul Lee. Ternyata dia sudah tidur jam segini. Mungkin karena sudah tidak tidur 2 hari.
Sampai di kos Gundul Lee, Lae menemukan sebotol shampoo di depan pintu. Melihat shampoo itu dia jadi kepingin keramas.
"tapi shampoo juga bisa digunakan untuk yang lain" batinnya. contohnya bisa buat...
nyuci motor. apalagi motorku itu...
sudah 2 hari tidak mandi. Namun kenangan bahwa motor matic itu masih menyisakan wangi gadis pujaan, niat itu diurungkan.
Lae memilih untuk mengabadikan momen bersama gadis pujaan dengan tidak akan mencuci motor matic itu.
